SOSOK PENTING
Saya rasa semua orang memiliki sosok penting pada hidupnya. Setinggi apapun jabatannya, Sekuat apapun dirinya, Setangguh apapun langkahnya pasti mempunyai sosok penting didunia ini. Setiap masalah pasti datang, serumit apapun masalahnya. Pasti dapat terlewat. Sosok penting pada diri kita, seperti ayah, ibu, guru, dosen, rekan, sahabat, pasangan, mantan pasangan. Tanpa mereka kita tidak mengerti bagaimana menjalani kehidupan. Tidak mengerti adanya hal baru yang ada didunia ini.
Saya yakin, mungkin disini kalian benci salah satu sosok yang saya sebut tadi. Tak apa, hal itu wajar. Benci kepada sosok ayah yang tak pernah menunjukkan kasih sayangnya, benci kepada sosok ibu yang selalu marah tanpa sebab, benci kepada guru yang memberi tugas sekolah yang begitu rumit, benci terhadap dosen yang sulit jika diajak bimbingan, benci kepada pasangan yang tak mengerti kalian, benci kepada mantan pasangan yang tiba-tiba meninggalkan kalian. Hal itu, wajar kawan.
Buang saja rasa benci itu, gantikan dengan ucapan terimakasih yang begitu mendalam.
Terimakasih ayah telah mengejarkanku bahwa kasih sayang tak timbul dari satu orang saja.
Terima kasih ibu telah mengajarkanku bahwa kemarahanmu itu mengingatkanku untuk hal yang baik. Terimakasih bapak-ibu guru telah mengajarkanku bahwa hal yang sulit harus dilalui untuk menggapai kemudahan di hari kelak.
Terimakasih bapak-ibu dosen mengajarkanku bahwa pantang menyerah itu hal yang baik untuk masa depan.
Terimakasih untuk pasanganku bahwa berekspketasi tinggi terhadap sesuatu itu sungguh tak baik. Terimakasih untuk mantan pasanganku bahwa tanpa kamu, aku masih bisa menjalani hidup dengan bahagia tanpa sedih.
Benci itu wajar. namun, jika berlarut-larut. Mungkin, ada yang salah pada dirimu. Saya tidak menyalahkan orang yang membenci sesuatu. namun, jangan berlarut akan hal itu. kita masih sebagai manusia yang dinilai sebagai makhluk sosial.
Singkat saja, tulisan ini menjadi pengingat untuk kalian para pembaca dan saya pribadi yang menjadi penulis. Tetap tersenyum, tetap semangat.
-Salam hangat, Ryn


Komentar
Posting Komentar