MENJADI SEDIA KALA YANG MEMBAHAS KEBAHAGIAAN DAN KESEDIHAN
Dari judul tersebut, pasti kalian akan mengerti apa yang akan saya tulis disini. Jika, kalian masih belum mengerti, baiklah saya akan menjelaskannya menurut pandangan saya. Dari kata "Sedia Kala", entah mengapa saya langsung terpikir dengan kedua kata tersebut yang langsung saya jadikan judul, bahkan judul soundtrack spotify saya pun menggunakan kalimat tersebut. Dari ungkapan "Sedia Kala", yang berarti "yang sudah-sudah". Saya sadar bahwasannya kita tidak harus selalu menoleh belakang. Menoleh belakang yang saya maksud yakni kita tidak perlu mengingat kesedihan-kesedihan di masa lampau yang membuat kita terpuruk tak berdaya.
Dengan hal itu pun kita harus sadar bahwasannya masa lampau tak sepenuhnya baik. Ya... memang ada hal yang harus kita jadikan pelajaran dari masa lampau untuk sebagai pedoman agar kita tak berbuat seperti itu lagi. Kesedihan membuat kita terkadang lupa akan kehidupann padahal banyak loh hal-hal yang membuat kita bahagia di dunia ini. ya meskipun di dunia hanya sementara, setidaknya kita di dunia ini tidak melulu sedih saja, bukan? . Kesedihan dan Kebahagiaan, saya rasa hal itu harus seimbang untuk kita menjalani hari-hari.
Kita tau bahwasannya, kesedihan yang berlebihan itu tak baik juga sebaliknya. Apalagi kalau terlalu sering berbahagia. Memang sih, bahagia selalu memang sangat diinginkan semua orang. Tetapi, hal itu saya rasa tak baik juga. Karena kebahagiaan yang berlebihan akan membuat bagaimana cara kita bersyukur. Kembali, dengan kata "Sedia Kala", sebenarnya bisa dijabarkan dengan berbagai makna,arti, maupun kiasan.
Setiap hari, saya berpikir apa sih kebahagiaan itu? lantas mengapa ketika sudah bahagia, datangnya kesedihan harus begitu cepat? . Hal itu, banyak saya tanyakan kepada rekan-rekan saya. Berbagai pendapat saya saring, tapi saya masih belum begitu mengerti. Hingga pada akhirnya saya menjawab pertanyaan yang saya lontarkan sendiri. Kebahagiaan menurut saya, bagaimana cara kita bersyukur dengan apa yang kita punya saat ini, bagaimana cara kita menikmati maupun menjalankan hidup yang sesuai dengan keinginan kita, lebih tepatnya hal yang sesuai dengan ekspektasi kita akan membuat kita bahagia bukan?
Dengan contoh sepelenya saja, kita ingin membeli ice cream lalu memakanya, hal itu di ekspektasi kita makanan dingin, manis, dan yang akan membuat mood kita kembali. Sama halnya dengan kita berekspektasi terhadap kehidupan. Ingin selalu yang manis-manis nya saja, tidak ingin merasakan asam,kecut, dan pahit. Pikiran kita selalu ingin dihadirkan pertunjukan hidup yang lurus-lurus saja, maksudnya ya ingin selalu senang.
Hingga pada akhirnya kita selalu tidak siap ketika kesedihan itu datang. Kebahagian dan kesedihan dimanapun,kapanpun, dan oleh siapapun selalu berdampingan. Entah itu ketika anda berada diluar rumah atau pun didalam rumah, dan maupun anda itu pejabat,konglomerat hingga rakyat biasa. Kedua hal itu akan selalu menjadi tolak ukur bagaimana anda menjalankan keseharian. Jadi menurutmu apa sih kebahagiaan dan kesedihan itu?
Saya rasa jika kita berputar-putar membahas mengenai kebahagiaan dan kesedihan itu tidak ada habisnya. Rekan-rekan saya juga banyak menceritakan tentang kebahagiaan dan kesedihan mereka kepada saya. Saking banyaknya, saya sampai terheran-heran mengenai kejadian yang menimpa mereka. Dari hal yang membuat mereka tertawa riang hingga membuat sedih yang berlarut. Tapi, sedih yang berlarut kebanyakan mengenai percintaan sih. Saya pernah membaca sebuah buku dan didalamnya terdapat kata "kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan yang dibawah kehendak kita" kurang lebih kalimatnya seperti itu, buku tersebut berjudul "Filosofi Teras". Hingga akhirnya saya sadar ketika membaca penggalan kalimat yang terdapat di halaman buku tersebut.
Secara otomatis, sama dengan hal yang saya sampaikan tadi. Berekspektasi terhadap kebahagiaan yang terlalu berlebihan itu tak baik. Saya juga pernah diberi nasihat oleh seseorang, ya mungkin jika seseorang tersebut membaca blog saya ini. Saya rasa, saya harus berterimakasih kepada nya. Kalimat tersebut yakni "jangan terlalu berekspektasi,jika tak sesuai dengan keinginanmu. Kamu sendiri yang akan merasakan sakitnya", kurang lebih seperti itu kalimat nya. Memang benar adanya bahwa, saya terlelau berekspektasi tinggi waktu itu. Sehingga saya berlarut dalam kesedihan.
Mengenai kalimat tentang kebahagiaan sejati dan berekspektasi tersebut saya selalu tekankan kepada orang-orang yang bercerita tentang masalah nya kepada saya. Takutnya, bahwa orang itu akan lupa mengenai kedua hal itu. Bukan lupa lagi lebih tepatnya mungkin tidak tau akan hal itu. Sampai-sampai saya selalu dibilang seperti Mario Teguh yang selalu memberi solusi kepada orang-orang, ada-ada saja memang.
Bicara mengenai kebahagiaan dan kesedihan, tak luput juga dari cara kita beriman kepada Tuhan. Entah itu Islam,Kristen Protestan, Kristen Katolik, Konghucu, Hindu,dll. Dari cara kita beriman pun, kita akan bisa mengetahui level kebahagiaan dan kesedihan dari diri kita. oh ya, Kesedihan yang saya maksud disini bukan melulu sedih yang menangis pilu saja ya. Toh, ada juga sedih karena bahagia. Kembali kepada persoalan tadi, Memang sih, kita memiliki iman, cara beriman, dan tuhan yang beda-beda. Tapi saya rasa, jika anda beriman dengan sungguh-sungguh nih. Kalian akan merasakan kelapangan dada dari diri kalian. Coba deh, kalau gapercaya.
Pada akhirnya Kebahagiaan dan Kesedihan manusia itu tergantung dirinya sendiri bagaimana cara menjalani hidup. Ada yang mencoba berbahagia hingga selalu berlarut dalam kesedihan, namun ingat dirimu tidak sendiri. Kamu memiliki banyak orang yang ada disamping mu, ya meskipun orang itu mungkin tidak kamu kenal. Sekali lagi, kamu berhak bahagia kok. Semua orang berhak seperti itu, apalagi kamu. Buang pikiran buruk mu dan mulailah bahagia dari sekarang. Sedih tak apa tapi jangan berlarut. Selamat berbahagia rekan-rekan ku diluar sana. Salam hangat dari saya. Terimakasih.


Buat cerpen dong kak!!
BalasHapussoon ya hehe
Hapus