HAL FANA
Kita hanyalah manusia biasa yang berjalan sesuai kehendak sang pencipta. kebahagiaan hingga rasa pilu terdapat pada kehendak yang diciptakan. Kita hanyalah dua insan yang dipertemukan secara kesengajaan. Mengenalmu adalah hal yang mengasyikkan. Mengenalmu membuatku sadar bahwa ada orang terunik didunia ini. Canda tawamu hingga perilakumu dapat membuat orang terpikat. Banyak orang yang mengejarmu. Salah satunya aku. Terkadang aku sadar, aku yang bukan siapa-siapa dan tak punya apa-apa nekat untuk mengejarmu.
Aku hanyalah lelaki yang melaksanakan kewajiban saja. Kewajiban lelaki yakni mengejar tujuan nya dan mungkin memang aku yakin tujuanku yakni kamu. Sebagai lelaki memantaskan diri itu penting, selayaknya tamu yang akan berkunjung ke rumah orang. Aku hanyalah orang yang selalu melihat senyumanmu dari kejauhan. Melihat sosok yang memiliki senyuman selayaknya senja yang sedang cantik-cantiknya.
Bicara tentang kita, memang tak kunjung usai. Aku yang hanya menjadi pengagummu saja. Saat kita bertemu, tak sedetik pun pandanganku tak luput darimu. Kamu pun terkadang membalas tatapanku dengan kebiasaan orang ketika ditatap. Namun, aku senang jika kamu membalas tatapanku. Senyuman rasa senang selalu datang ketika itu terjadi. Hanya dengan melihatmu saja aku senang, hingga sampai kamu menjadi milikku. Entah seberapa senang yang aku rasakan. Namun, aku sadar banyak hal yang harus dihadapi ketika aku mengejarmu.
Mengejarmu adalah suatu pilihan untuk dijalankan. Tapi, aku cukup menjadi bayangan yang mungkin tak dapat dilihat oleh mu. Gemerlap malam disinari dengan cerah nya rembulan hadir dengan senyuman yang biasa kamu lontarkan. Malam itu sama seperti malam biasanya. Kamu tetaplah dirimu.
Kita hanyalah sebatas insan yang saling mengenal satu sama lain. Tentunya, sampai saat ini aku hanya dapat melihatmu dari kejauhan.
Manusia memang ingin asyik nya sendiri tanpa menoleh bagaimana resiko yang akan ia hadapi untuk kedepannya. Banyak hal yang ingin ku ungkapkan tentang rasa kagumku untukmu. Banyak hal juga yang ingin ku ceritakan tentang pahitnya hidup. Namun, aku tak senekat itu. Aku sadar diri.
Berani memulai berani juga mengakhiri. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Setiap pertemuan pasti semenyenangkan itu. Dan perpisahan semenyakitkan itu. Aku hanya ingin kita selalu pada fase pertemuan saja. Selalu berbahagia dan tak ada air mata yang jatuh ketika mengungkapkan suatu pendapat.
Malam itu, kamu datang kemimpi ku dengan senyuman yang manis seperti biasanya dan kamu selayaknya bunga yang sedang bermekaran. Indah dan cantik. Hadirnya kamu dalam dunia yang tak bisa dijelaskan membuatku tertawa dalam kenyataan duniawi yang kunikmati saat ini. Kefanaan terasa jika dipikirkan, aku hanya melihatmu dari kejauhan. Hingga pada akhirnya aku dapat memelukmu, meskipun dalam mimpi belaka.
Seperti judul blog ini, aku rasa hal fana selalu terjadi pada setiap pribadi manusia dikehidupan ini. Hal yang fana, kefanaan dan tidak mungkin terjadi. Hal fana tidak selalu fana dikemudian hari. Kefanaan yang dirasakan hanya rasa yang terbayang-bayang saja. Hanya angan-angan saja. Selayaknya kita, kita seperti hal fana jika dibayangkan. Namun, tuhan menyimpan sejuta kejutan. Kejutan yang sering tak disangka-sangka oleh umat nya.
Salam hangat, Ryn



Komentar
Posting Komentar